Melirik Pesona Bunga “SUWEG”

Pertanian Sampul

Bunga suweg yang memiliki nama latin Amorphophallus paeoniifolius merupakan tumbuhan yang masih tergolong berkerabat dekat dengan bunga bangkai dan iles-iles. Menghendaki curah hujan yang tinggi (berkisar 1000-1.500 mm/thn) dengan ketinggian tempat tumbuh antara 0-800 m dpl, bunga suweg seolah mendapatkan surganya sendiri di Bengkulu.

1

Sering disebut sebagai tanaman dwi musim, sejatinya bunga suweg mengalami fase vegetatif dan generatif yang tidak bersamaan. Fase vegetatif terlihat sebagai tumbuhnya dedaunan yang bercabang-cang hingga terkadang tampak sebagai rumpun. Sedangkan fase generatif terjadi di saat tumbuhan mulai berbunga.

2

Bunga suweg biasa diperbanyak dengan menggunakan umbi. Dengan kondisi tanah yang gembur dan subur, pertumbuhan bunga suweg pun bisa optimal. Apabila asupan hara dan air yang dikehendaki terpenuhi hingga simpanan energi berupa tepung di umbi sudah mencukupi, maka proses pembungaan akan terjadi.

3

Berlokasi di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi (Sekre HIMAGROTEK)  Universitas Bengkulu, bunga suweg mekar dan menampakkan kecantikannya. Fenomena ini pun langsung menarik perhatian keluarga Universitas Bengkulu. Tak sedikit mahasiswa dan dosen dari berbagai prodi turut datang untuk dapat menyaksikan kecantikan bunga suweg secara langsung. [VH]